• Jumat, 9 Desember 2022

Perjanjian Renville: Latar Belakang, Dampak, Isi, Tokoh dan Hasilnya

- Selasa, 31 Mei 2022 | 18:37 WIB
Perjanjian Renville: Latar Belakang, Dampak, Isi, Tokoh dan Hasilnya (Kominfo RI)
Perjanjian Renville: Latar Belakang, Dampak, Isi, Tokoh dan Hasilnya (Kominfo RI)

Perjanjian Renville merupakan perjanjian lanjutan dari Perjanjian Linggarjati. Perjanjian ini sangat perlu dilakukan, mengingat Indonesia dan Belanda masih terus berseteru dan belum menemui titik terang. Secara garis besar, perjanjian ini berisi tentang pembagian wilayah untuk Indonesia dan Belanda. Namun rupanya, nasib rakyat Indonesia belum berubah, serangan bersenjata pun masih terus ada.

Latar Belakang Perjanjian Renville

Perjanjian ini dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa penting, diantaranya yaitu:

1. Pelanggaran Belanda pada Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati telah disepakati oleh kedua negara, namun rupanya perjanjian ini hanya berlaku 4 bulan saja. Belanda secara sepihak telah mendeklarasikan bahwa perjanjian ini sudah tidak berlaku lagi. Alasannya adalah, jelas Belanda masih belum puas atas wilayah-wilayah yang mereka kuasai. Belanda masih terus berambisi menguasai wilayah Indonesia lainnya yang lebih luas.

2. Agresi Militer I

Tidak cukup sekedar melanggar perjanjian, Belanda bahkan melakukan serangan bersenjata pada rakyat Indonesia. Serangan ini dikenal dengan istilah Agresi Militer I. Pertempuran terjadi di berbagai tempat, kerugian materi dan korban nyawa pun berjatuhan. Hubungan Indonesia dan Belanda semakin memanas.

3. Menarik Perhatian PBB

Perseteruan Indonesia-Belanda akhirnya sampai ke “telinga” PBB. Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) berupaya keras untuk mendamaikan kedua negara ini. Upaya PBB cukup berhasil, Indonesia dan Belanda akhirnya memasuki masa gencatan senjata mulai tanggal 5 Agustus 1947. Situasi pun mulai tenang, meski belum sepenuhnya damai.

4. Pembentukan KTN (Komisi Tiga Negara)

Amerika Serikat melalui Dewan Keamanan PBB mengusulkan untuk dibentuk KTN. KTN berperan sebagai mediator untuk mengatasi masalah antara Indonesia dan Belanda. Negara yang bergabung dalam KTN yaitu Australia, Belgia, dan Amerika Serikat. Pemilihan 3 negara tersebut juga telah mendapat persetujuan dari pihak Indonesia dan Belanda.

5. Perundingan Perjanjian Renville

Setelah semua anggota telah siap, maka perundingan pun dimulai, tepatnya sejak tanggal 8 Desember 1947. Perundingan ini diselenggarakan di atas kapal milik Amerika Serikat. Perundingan terus berlangsung selama berlayar, sebelum akhirnya berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan berakhir pada tanggal 17 Januari 1948, dan lahirlah Perjanjian Renville.

Dampak Perjanjian Renville

Perjanjian yang telah resmi diberlakukan ini juga menimbulkan dampak yang cukup fatal, khususnya di Indonesia. Dampak yang terjadi diantaranya:

1. Kekecewaan Rakyat Indonesia

Dampak paling menonjol adalah kekecewaan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Harapan mereka setelah proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1947 rupanya masih berupa isapan jempol. Ternyata Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Masih ada beberapa wilayah yang terpecah dan berada di bawah naungan Belanda.

Halaman:

Editor: Fbrzio Tanjung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X